::selection {background:#F70000; color:#48FB0D;}
----------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
Saturday, May 16, 2015

Apa Kiranya Perasaan... ??



By: Ust. Salim A. Fillah

Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabi ﷺ bersabda, “Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku”?


Apa kiranya perasaan ‘Umar, saat dia berpamit ‘umrah & Nabi ﷺ bersabda padanya, “Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang”?


Apa kiranya perasaan ‘Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabi ﷺ bersabda, “Tiada bahayakan ‘Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini”?


Apa kiranya perasaan ‘Ali kala Nabi ﷺ bersabda, “Hanyasanya kedudukanmu disisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku”?


Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah”?


Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlah ﷺ bersabda, “Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al ‘Awwam”?


Apa kiranya perasaan Abu ‘Ubaidah saat Nabi ﷺ bersabda, “Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu ‘Ubaidah”?


Apa kiranya perasaan ‘Abdurrahman ibn ‘Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabi ﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, “Jangan cela sahabatku.... Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya.”


Apa kiranya perasaan Sa’d ibn Abi Waqqash saat Nabi ﷺ bersabda, “Panahlah duhai Sa’d, panahlah! Ayah & bundaku sebagai tebusan bagimu”?


Apa kiranya perasaan Mu’adz ibn Jabal, disaat RasuluLlah ﷺ bersabda padanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu”?


Apa kiranya perasaan Ibn ‘Abbas, saat Nabi ﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, “Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya”?


Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka’b, saat Nabi ﷺ berkata padanya, “Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu” ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, “Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?” & Nabi ﷺ menjawab, “Benar!”?


Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy’ari, disaat Nabi ﷺ bersabda,“Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu”?


Apa kiranya perasaan ‘Aisyah, saat Nabi ﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya ‘Amr siapakah yang paling dicintai?


Apa kiranya perasaan Ibn Mas’ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabi ﷺ bersabda, “Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud”?


Apa kiranya perasaan ‘Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabi ﷺ berkata, “Engkau termasuk di antara mereka”?


Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabi ﷺ bersabda, “Ceritakan padaku hai Bilal, ‘amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam.. sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?”, lalu dia menjawab tersipu, “Menjaga wudhu’ & dua raka’at syukur atas wudhu"?


Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabi ﷺ bersabda, “Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak cucu kaum Anshar”?


Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabi ﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?


Yang lebih penting dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabi ﷺ & para sahabatnya?


Adakah Nabi ﷺ kan bersabda, “Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu”? “Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?” Ini kami Ya Rasulallah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu & beroleh syafaa’atmu?


Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammad ﷺ sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka


Ya, jadikan kami bersama mereka

Ya Nabi salam 'alaika...
Ya Rasul salam 'alaika...
Ya Habib salam 'alaika...
Shalawatullah 'alaika...
Unknown
Friday, May 15, 2015

Nasehat al Ghazali Tentang Umur dan Waktu


Simak untaian hikmah dari Mas SyaifulAnshor: Nasehat al Ghazali Tentang Umur dan Waktu.

Dalam banyak riwayat hadits disebutkan usia umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam tidak lama.Berkisar sekitar 60-70 tahun.

Itu pun sudah tua: rambut mulai memutih, gigi mulai habis, pendengaran perlahan berkurang, dan tenaga mulai melemah.

Berbeda dengan usia umat Nabi sebelumnya yang panjang. Karena sedikitnya tempo usia umat Nabi Muhammad itu, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memuliakan diri dengan ilmu dan ibadah.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi Wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Karenanya jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu akan terbuang sia-sia.

Dan, waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Dia akan pergi selamanya dengan segala kenangannya.

baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan. Manusia harus memanfaatkan waktu.

Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik yang akan jadi mulia.

Kalau mau jujur, sebenarnya kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat daripada yang bermanfaat.

Kita lebih banyak bermain daripada belajar.
Kita lebih banyak bersendagurau daripada berfikir.
Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk duniawi daripada ukhrowi.
Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat dosa ketimbang memupuk pahala.

Nauzubillah. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kealpaan kita. Aamiin.

Ada nasihat penting yang disampaikan Imam Al Ghazali terkait waktu.

Kita kebanyakan menghabiskan waktu hanya untuk tidur ketimbang untuk hal-hal yang bermanfaat dan ibadah.

Coba bayangkan, jika rata2 usia umat manusia di jaman Nabi Muhammad ini sekitar 60 tahun & waktu yg digunakan untuk tidur sekitar 8 jam/hari

Seperti diketahui, kebanyakan orang—terutama di Indonesia—tidur mulai pada pukul 20.00 malam dan bangun sekitar pukul 05.00 pagi.

Iya kalau bangun tidur jam 05.00 pagi. Pasalnya, tidak sedikit di antara kita yang masih suka bangun tidur di atas jam 05.00 hingga ada yang telat dan tertinggal shalat shubuh. Nauzubillah!

Nah, kalau misalnya, rata-rata tidur 8 jam sehari itu dikali dengan masa usia rata-rata manusia yang mencapai 60 tahun,

maka setidaknya kita menghabiskan masa 20 tahun untuk hanya tidur. Saya ulangi lagi: kita menghabiskan waktu 20 tahun hanya untuk tidur!

Sekarang, kita hitung lagi berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk ibadah.

Jika 20 tahun kita manfaatkan untuk tidur, maka sisa 40 tahun. Coba bayangkan brp waktu utk ibadah, berapa lama utk menuntut ilmu,dan berapa tahun waktu yang dihabiskan untuk main-main dan mencari kehidupan duniawi!

Tentu jawabnya berbeda-beda. Tergantung pribadi masing-masing. Sebab, biasanya, manusia punya jadwal hidup (life schedule) masing-masing.

Bisa dibayangkan jika perhari kita habiskan berapa lama hanya untuk bermain atau sekedar bersendau gurau.

Berapa lama waktu dihabiskan untuk membaca al-Quran, berzikir, dan belajar.
Padahal, waktu itu terus berjalan dan tidak akan kembali.

Waktu juga ibarat pedang tajam yang apabila tidak digunakan untuk memotong sesuatu dengan baik, maka pedang waktu tersebut akan memotong kita bahkan memutilasi kita perlahan-lahan.

Karenanya, yang membedakan kualitas kemuliaan seseorang adalah dari pemanfaatan waktu.

Kalau waktunya habis dengan kerja-kerja intelektual, spiritual, dan kebermanfaatan kolektif maka dia akan menjadi pribadi yang mulia.

Karenannya, seseorang akan jadi mulia dengan menghabiskan waktu-waktunya untuk belajar dan senantiasa berzikir pada Allah.

Seseorang juga akan jadi mulia dan terhormat bila menghabiskan malam-malam yang gelap gulita itu dengan belajar, dan shalat tahajud.

Seperti kata pepatah Arab di atas: “Man tholabal ‘ula sahiral layali”
(Barangsiapa yang menginginkan kemuliaan maka seringlah bergadang pada malam hari).

Bergadang di situ tentunya bukan untuk sesuatu yang semu dan tidak manfaat. Seperti main, menonton film sepanjang malam, melihat pertandingan bola, dan hang out hingga larut malam.

Tapi, bergadang di situ adalah dengan melakukan kerja-kerja spiritual dan intelektual: belajar dan beribadah.

Ada banyak kisah orang sukses yg memanfaatkan waktunya. Dan, hampir semua orang sukses adalah orang yg memanfaatkan waktunya dengan baik
Sebaliknya, orang gagal adalah orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Waktu-waktu yang dimanfaatkan orang beriman itu seharusnya seperti yang dilakukan para sahabat dan pejuang zaman Rasulullah.

Di mana pada siang hari mereka seperti singa di padang pasir yang berjuang tanpa lelah

sedangkan malam harinya dihabiskan dengan beribadah seperti rahib-rahib.
Orang besar dan sukses adalah mereka yang memanfaatkan waktunya dengan baik.

Dia tidak mau ada waktu—semenit saja—yang terbuang tanpa kebaikan dan kemanfaatan.

Imam Al-Ghazali menasihatkan agar setiap hari kita meluangkan waktu sesaat—misalnya selesai shalat Subuh untuk menetapkan syarat-syarat terhadap jiwa (musyârathah).

“Aku tidak mempunyai barang dagangan kecuali umur. Apabila ia habis, maka habislah modalku sehingga putuslah harapan untuk berniaga dan mencari keuntungan lagi. Allah telah memberiku tempo pada hari yang baru ini, memperpanjang usiaku dan memberi nikmat.”

Al Quran Surat al ‘Ashr 1-3: mengingatkan; “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati dalam supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”


Demikian sebuah nasehat dari Imam Al Ghazali | semoga bermanfaat



Unknown

Sumbangan Islam Bagi Indonesia dan Dunia


Kebanyakan orang membahas keunggulan peradaban dari keunggulan pencapaian sains.

Termasuk ketika bicara sumbangan Islam terhadap peradaban maka kita juga akan membicarakan sumbangan Islam atas sains.

Sehingga ketika bicara kegemilangan peradaban Islam kita mengajukan ibnu sina, alkharizmi, aljaziri dalam konteks peletak sains modern.

Pembahasan spt ini adalah frame sekuler, bahwa peradaban disebut unggul ketika sumbangan terhadap sains sangat besar.

Karena sains hanya sebagian kecil yang disumbangkan Islam pada dunia.

Karena Islam juga memberi sumbangan pada dunia soal penolakan terhadap takhayul.

Sumbangan Islam terbesar adalah penolakan penuhanan kepada yang bukan Tuhan. Saat dunia dulu dikuasai para penyembah bukan tuhan, Romawi Persia.

Ratusan tahun sebelum kedatangan Islam, seluruh dunia gelap. Romawi menyembah manusia, persia menyembah api.

Sumbangan Islam adalah memberikan model peradaban yang tidak sekuleristik. Dunia dan akhirat bisa jalan bareng.

Nabi muhammad saw adalah nabi sekaligus kepala negara, imam sholat sekaligus pemimpin perang, pemimpin spiritual sekaligus hakim yg adil.

Islam juga memberikan sumbangan tentang persamaan kelas, mantan budak dinikahkan dg bangsawan.

Islam memberikan sumbangan anti rasialisme, Bilal ra. sang budak hitam diberitakan masuk surga saat dirinya masih hidup.

Islam juga memberikan sumbangan persamaan di depan hukum, muslim yg bersalah bisa kalah oleh kafir yg benar di hadapan hukum.

Islam juga mengajari dunia arti toleransi, arti kebebasan berkeyakinan, kebebasan berpendapat.

Islam juga mengajari dunia arti persaudaraan, kasih sayang, keadilan.

Islam juga mengajari dunia arti kedamaian dan perdamaian, pun sekaligus mengajari dunia tentang perang, tujuan dan adabnya.

Peradaban Islam bukanlah peradaban yang Sekuleristik, bahwa unggul adalah unggul sains. Tapi keunggulan dari seluruh segi: materi dan non materi.

Sebelum Islam hadir, dunia memperlakukan perempuan bukan sebagai manusia, Islam hadir dg "ibumu, ibumu, ibumu"

Islam mengubah wajah peradaban dunia, perbudakan tuntas, perempuan dimuliakan, akal dijunjung, metode ilmiah dikukuhkan.

Hari ini msh ada yg rasialis, Islam menyejajarkan kepala bilal ra yang budak hitam, sama rendah dengan sahabat2 lainnya ketika sujud. 1400 th lalu.

Di Indonesia, Islam memberi sumbangan semangat persatuan, perlawanan atas penjajahan katolik portugis dan protestan belanda.

Di Indonesia, Islam memberi sumbangan memakaikan baju, sebelum Islam dtg perempuan di nusantara ini bertelanjang dada.

Jika nusantara bukan mayoritas Islam, maka niscaya tdk ada perlawanan terhadap penjajah, krn dalam Islam ada jihad.

Jika nusantara bukan mayoritas muslim, niscaya Indonesia akan seperti amerika dan indiannya atau australia dan aborigin. melayu habis.

Ini sumbangan besar Islam pada nusantara, yaitu eksistensi. Jika bukan mayoritas muslim, maka kejadiannya mirip aborigin dan indian, habis.

Islam gak punya ajaran bunuh dan usir setiap yg beda seperti yg dilakukan terhadap aborigin dan indian.

Karena Islam yg menjadi semangat perlawanan nusantara terhadap penjajah maka Indonesia bisa survive.

Kesalahan umat Islam adalah mereka yang berjuang tapi yang memimpin bukan Islam, jadilah Indonesia terpuruk terus.

Eksistensi dan kemampuan survive atas invasi penjajah katolik portugis dan protestan belanda adalah sumbangan besar Islam pada nusantara.

Andaikan islam tidak ditelikung, serahkan kepemimpinan pada yang berjuang, maka Indonesia sudah gilang gemilang.

Liberalisme sudah lebih dulu menghancurkan agama2 lain, tinggal Islam yg bertahan.





By: @hafidz_ary
Unknown
Monday, May 4, 2015

Kisah Cinta Putri Rasulullah dan Ali Bin Abi Thalib


Keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan.

Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.

Karena sesungguhnya dalam diam itulah tersimpan kekuatan, kekuatan akan sebuah harapan.

Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cinta dalam diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya??

Tak perlu risau, tak perlu mengejar-ngejar cinta seseorang, karena jika kau sudah meraih cinta Allah, maka Allah akan datangkan seseorang yang terbaik untukmu… ^_^


- BC Bang Jomi -
Unknown
Wednesday, April 29, 2015

STRATEGI YAHUDI HANCURKAN ISLAM



ISLAM INDONESIA DIHANCURKAN DENGAN MEMAKAI STRATEGI YAHUDI

Sertifikat halal MUI dipermasalahkan
Sertifikat pelacur diperjuangkan
Asrama haji diterlantarkan
Asrama penjaja seks dibangunkan

Guru ngaji diteroriskan
Germo prostitusi dimuliakan
Berjanggut di-ISISkan
Berbikini digalakkan

Pengajian dan dzikir Akbar diterlantarkan
Perjudian dan konser musik dibebaskan
Minuman keras dilegalkan
Suara azan keras dihinakan

Akan kemana negeri 9 Wali diarahkan
Oleh kaum minoritas yang sok jagoan
Zaman Gusdur Gong Xi Fa Cai diresmikan
Kini penghancuran Islam ditargetkan

Sayangnya umat susah disadarkan
Terbiasa jadi Jongos dihinakan
Pas Pemilu umat Islam diharamkan
Pas Pilkada umat Islam digolputkan

Akankah kita diam saat Islam dimajinalkan?
Akankah kita berpangku tangan saat peran umat dipinggirkan?
Kita berhadapan dengan mafia dunia yang diprogramkan
Penjajahan baru dan Indonesia akan dihancurkan

Bangkit kawan segala hal persiapkan
Latihan militer jangan dilupakan
Bangun kembali Hizbul Wathan yang dibanggakan
Penjajahan ekonomi, penindasan minoritas, harus kita singkirkan

Ust. Nandang Burhanudin L
Unknown
Sunday, April 26, 2015

Jodoh Kualitas Emas...



Jodoh itu harus dicari dan dijemput Kecuali jodohmu itu jelangkung  yang datang gak di jemput, pulang gak di antar :D

Jodoh kualitas emas hanya ada di tempat berkelas.
Jodoh kualitas rendah banyak di tempat sampah

Jika ingin cari jodoh yang membawa ke surga, tak ada cara lain kecuali yang baik agamanya.

*By:  Ust. Bendri J.*

Hmm... betul juga apa kata ustad bendri ya, coba kamu pahami betul deh..

Mau jodoh yg kualitas emas ya carinya di tempat yang berkelas dalam segi ibadah. berkualitas, tempat ilmu.

Minta jodoh berkualitas bagai emas, tapi cari ilmu aja malas, emang kamu kira jodoh akan turun seperti ujan yg turun begitu deras?

Semua yang berkualitas itu perlu usaha keras !!! Pantaskan dirimu untuk dia yang juga sedang memantaskan dirinya untukmu


BC Bang Jomi ^_^
Unknown

#Kisah Inspiratif: Umar Bin Khattab ra.

Embedded image permalink

Menyebut nama Umar bin al-Khattab, nalar kita begitu reflek membayangkan sosok pemimpin yang tegas, adil, dan karismatik. 

Perawakan Umar yang tinggi besar dan bersuara lantang menjadikan figurnya seperti pemimpin ideal dalam kisah-kisah dongeng.

Umar adalah seorang pemimpin yang adil. Dia juga tegas. Dan dia berhasil memakmurkan rakyatnya.

Muawiyah bin Hudaij radhiallahu ‘anhu datang menemui Umar setelah penaklukkan Iskandariyah. Lalu ia menderumkan hewan tunggangannya.

Umar keluar dari rumahnya dan berkata, “Wahai Muawiyah, apa yang engkau katakan tadi ketika engkau mampir di masjid?” tanya Umar.

“Aku katakan bahwa Amirul Mukminin sedang tidur siang,” jawab Muawiyah.

 Umar pun berujar, "Alangkah jeleknya apa yang engkau sangkakan."
"Kalau aku tidur di siang hari, aku menelantarkan rakyatku. Jika tidur malam, aku menyia-nyiakan diriku (tidak shalat malam)", tegasnya.

"Lalu, bagaimana aku bisa tertidur pada dua keadaan ini wahai Muawiyah?” tambah Umar dengan raut wajah sedih.

Muawiyah bin Hudaij bermaksud kasihan kepada Umar. Ia ingin pemimpinnya tersebut beristirahat setelah melakukan perjalanan yg sangat jauh.

Rakyat pun akan memaklumi keadaan itu dan juga kasihan kepada pemimpinnya, sehingga mereka rela jika Umar beristirahat.

Tetapi Umar sendiri khawatir jika tidur menjadi hal yang menghalangi rakyatnya untuk mengadukan keinginan mereka kepada dirinya.

Umar berkata, “Jika ada seekor Unta mati karena tidak terurus, aku takut Allah memintai pertangungjawaban kepadaku akan hal itu."

Siang-malam beliau pantau rakyatnya. Hal itu ia lakukan karena Umar bin Khattab benar-benar sadar bahwa kepemimpinan itu adalah melayani.

Bagi Umar, kepemimpinan bukanlah pijakan untuk menaikkan status sosial atau menumpuk harta yang akan menghasilkan kehinaan di akhirat.

Umar pun "blusukan" dengan ketulusan hati. Ia duduk bersama rakyatnya, mengintipi keadaan mereka dan menanyai hajat kebutuhannya.

Umar duduk bersama yang kecil atau yang besar, yang kaya atau yang miskin. Ia tidak pernah memberikan sekat kepada mereka semua.

Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan, setiap kali shalat, Umar senantiasa duduk bersama rakyatnya.

Ia terbiasa duduk sehabis shalat subuh hingga matahari meninggi, melihat keperluan rakyatnya. Setelah itu baru ia kembali ke rumah.

Namun, ada sebagian rakyat yang enggan mengadukan permasalahannya karena tercekat keseganan dengan kewibawaan Umar.

Dan majulah Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu, Sahabat yang paling berani untuk membuka pembicaraan menyampaikan hal ini kepada Umar.

Abdurrahman pun menemui Umar, "Amirul Mukminin, bersikap lemah lembutlah, karena ada yang ingin menyampaikan kebutuhannya, namun segan."

Umar radhiyallahu 'anhu menanggapi dengan raut sedih.. "Wahai Abdurrahman, demi Allah, aku telah bersikap lemah lembut terhadap mereka .. sampai aku takut kepada Allah kalau berlebihan. Aku juga bersikap tegas, sampai aku takut kepada Allah berlebihan dalam ketegasan. ~ Lalu bagaimana jalan keluarnya, Abdurrahman?" tanya Umar. 

Abdurrahman menangis. Ia berkata, "Lancang sekali mereka.. lancang sekali.."

Sebagai khalifah, Umar bertanggungjawab atas seluruh rakyatnya. Mereka yg tinggal jauh spt di Irak, Syam, dll pun masuk dlm perhatiannya.

Umar mengirim para utusannya untuk menanyakan keadaan mereka, lalu memenuhi segala kebutuhan rakyat yang ia cintai tersebut..

Umar juga sering mengadakan kunjungan langsung. Melihat sendiri keadaan rakyat di bawah kepengurusan kekhalifahannya.

Itulah Umar bin Khattab, seorang pemimpin yg memerankan kepemimpinan dalam arti sebenarnya. Memberikan teladan dalam perkataan & perbuatan.

Patut kita sadari, pemimpin adalah kader rakyatnya. Dan Umar adalah kader dari masyarakatnya.

Masyarakat yang baik akan melahirkan kader yang baik, sehingga kader-kader yang baik tsb akan menunjuk pemimpin yg terbaik untuk mereka. 


Semoga, akhlak mulia Umar & para Sahabat bersinergi dlm membangun negeri dapat kita teladani. :)

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Embedded image permalink


Unknown
Saturday, April 25, 2015

Al Quran Bukan Kitab Suci [?]



Al Qur'an itu BACAAN.. informasi dari Allah yg disampaikan melalui Lisan Rasulullah, yg kemudian di-HAFAL dan dikonversi menjadi Tulisan

Jadi DEFAULT-nya Al Qur'an itu SUARA atau Lisan. BUKAN Tulisan dlm Kitab. Di-HAFAL sebagai keutamaan shg tanpa konversi

Ketika dituliskan atau dikonversi menjadi Kitab atau Buku, tak lantas menyebabkan buku itu menjadi "suci".. Buku adalah Buku

Ke-SUCI-an Al Qur'an bukan dlm konteks fisik. Tetapi SUCI dr campurtangan manusia. Kitab Suci adalah konsep Kristen layaknya kata Tuhan

Lihatlah sesekali hari Minggu saat umat Kristiani ke Gereja, bgmn mereka memperlakukan Alkitab :) dng cover yg cantik, tas khusus

Umat Kristen mem-BERHALA-kan "Kitab Suci"-nya. Memperlakukan berbeda ketimbang buku biasa sekaligus tak pernah mengkaji dan membacanya

Dalam kasus Al Qur'an, Buku/Mushaf semata adalah MEDIA ..Media penyebaran dan transformasi. Awalnya Al Qur'an dituliskan dlm bnyk dialek

Ketika dituliskan dlm banyak dialek penulisan dng latar belakang bahasa yg berbeda, apakah hasilnya bukan Al Qur'an? Tetap Al Qur'an

Tetapi dibutuhkan sebuah standarisasi penulisan untuk meminimalkan BIAS.. Ini Wajar.. Dan "tulisan Al Qur'an lain" Dimusnahkan..

Al Qur'an akan menampakkan Kemuliaannya jika Dibaca, Disuarakan, Dipelajari, dan Diamalkan. Bukan dari Bentuk Kebendaan berupa Kitab

Pem-BERHALAAN kadang tak terasa, sepertihalnya tanpa terasa kita Menuhankan hal lain selain Allah

Jika kita memberlakukan sedemikian istimewa sebuah buku dng kandungan Al Qur'an didalamnya. Bagaimana dng Kepala para Hafidz?

Apakah para Hafidz hrs menanggalkan kepalanya ktk bercampur misalnya? Atau ke jamban? TIDAK ! Kemuliaan Al Qur'an tak terjebak wadah!


Demikian Al Qur'an tak pernah mendefinisikan dirinya sebagai Kitab Suci. Baca, Pelajari, Kaji, Amalkan ..jangan di Sakral-kan



By: Prof 
Unknown
Friday, April 24, 2015

Terkadang Islam terhalang oleh Muslim


"Al-Islamu mahjubun bi Al-Muslimin" | terkadang Islam itu terhalang oleh Muslim

Kebenaran itu memang tetaplah kebenaran | serapat apapun ditutup dan seketat apapun disembunyikan

Namun bagaimanapun seringkali manusia melihat mulianya akhlak | sebelum ditunjukkan akan kebenaran dan menerima kebenaran itu

Karenanya Rasulullah itu memiliki akhlak yang agung | memesona dan menarik, santun dan perhatian karena sayangnya pada manusia

Sayangnya kita berdakwah seringkali menyalahkan sebelum memahami | menyesatkan tanpa ada komunikasi dan cek-ricek sebelumnya

Lalu bagaimana kebenaran ini akan diterima dan dipahami? | sedang kita malah menjauhkan manusia dengan lisan dan tulisan yang tak etis

Menasihati itu perlu cara dan wasilah, ada cara dan etikanya | lihat bagaimana Nabi menasihati sahabat yang salah dalam shalatnya..

..hingga sahabat tadi mengatakan: "aku tak pernah melihat orang yang lebih lembut dan penuh kasih dalam menasihati melebihi Rasulullah"

MasyaAllah.. kita ini menjadi penghantar Islam bagi manusia | ataukah karena akhlak kita, Islam jadi terhalang dari manusia?

Allahummaghfirlana.. semoga Allah ampuni kita atas lisan dan tulisan yang tak pantas | yang karenanya Islam dinilai buruk dari kita.. :(



Unknown

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.