::selection {background:#F70000; color:#48FB0D;}
----------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
Sunday, May 17, 2015

#Bersama_Mursi



Para pimpinan Ikhwan setelah dibacakan putusan hukuman mati, semua nya tersenyum penuh keyakinan akan kemenangan..!! #Bersama_Mursi

Sabtu, 16 Mei 2015 menjadi hari bersejarah. Saat pengadilan kudeta putuskan vonis mati.#Bersama_Mursi

Vonis mati dari rezim kudeta Mesir kepada para pejuang nilai-nilai luhur demokrasi. Yang pertahankan legitimasi. #Bersama_Mursi

Mereka yang tidak pernah lelah & tidak menyerah berjuang mewujudkan kehidupan yang bermartabat bagi bangsa nya. #Bersama_Mursi

Puncaknya adalah putusan vonis mati atas Presiden sah (syar'iy); Muhammad Mursi. Juga Syekh Qorodhowiy, Dr Baltaji, Ir Khoirot Syathir..

Banyak lagi orang2 baik & terpandang jadi korban kebiadaban. Bahkan yg sudah dikubur pun tak selamat dari vonis mati. Pengadilan kudeta!! #Bersama_Mursi

Mursi adalah simbol perjuangan legitimasi. Simbol keteguhan perlawanan atas kezaliman nyata. Bukan kultus individu! #Bersama_Mursi

Karena Mursi : Presiden hasil Pemilu. Satu-satunya Pemimpin yang dipilih rakyatnya di dunia Arab. Suka atau tidak! #Bersama_Mursi

Menurut Reuters; Mursi melawan penindasan terdahsyat sepanjang sejarah Mesir. #Bersama_Mursi dlvr.it/9rSJ2c

Berbagai tuduhan direkayasa. Dibuat-buat. Palsu!. Pertama, lari dari penjara rezim mubarak. Aneh! #Bersama_Mursi

Seorang tahanan yg lari dari penjara kok bisa dirikan partai. Kok bisa lolos jadi anggota DPR. Bahkan di era mubarak mjd Aleg terbaik! #Bersama_Mursi

Dan, partai yg dipimpinnya (FJP) kok bisa sempat dipilih rakyat Mesir dan menjadi partai pemenang pemilu thn 2012 - 2013 pasca Revolusi.  #Bersama_Mursi

Jadi, yg dipenjara diktator, bukan menjadi pahlawan malah sekarang jadi terdakwa. mubarak = as sisiy = diktator! #Bersama_Mursi

Yang dipilih rakyat, bukan menjadi pemimpin hakiki malah divonis mati. Dampaknya, bukan melemahkan Mursi, justeru sebaliknya. Yakinlah!  #Bersama_Mursi

Bukan mati & meredup. Mursi semakin menyejarah!! Ia mjd Presiden Muslim terpilih pertama yg divonis mati walau baru setahun menjabat.  #Bersama_Mursi

Sementara penguasa2 lain yg tidak dipilih rakyatnya, bukan hanya korupsi & merusak, tapi lebih dari itu..!! #Bersama_Mursi

Penguasa2 lain yg diktator, Rakyatnya sendiri dipenjara, ditindas, diusir, dibekukan hartanya bahkan dibunuh & dibantai. #Bersama_Mursi

Penguasa2 ini aman2 saja. Yg penting jangan bermimpi jadi bersih dan berkhidmah utk bangsa. Jangan seperti Mursi kalau mau aman!  #Bersama_Mursi  

Tuduhan kedua : kerja sama & menjadi mata2 Hamas. Juga Qatar. Karena ini mengancam keamanan nasional. Aneh lagi!! #Bersama_Mursi

Hilang akal sehat. Mati sudah nurani. Membantu perjuangan Palestina diganjar vonis mati. Inhumanity! #Bersama_Mursi

Kalau bantu penjajah yahudi digelari pahlawan nasional. Pejuang perdamaian dunia. Pembawa Islam yg toleran. #Bersama_Mursi

Tidak adakah diantara kalian orang yg berakal sehat? (QS: HUD : 78) Dimana hati nurani? Hilang akal, mati nurani. #Bersama_Mursi

Yg lebih menyedihkan dunia bungkam, padahal baru kemarin gaduh sikapi hukuman mati atas terdakwa Narkoba. #Bersama_Mursi

Akankah kezaliman ini terus berlanjut? Media, Peradilan, Birokrasi bersatu hantam yang Haq. #Bersama_Mursi

Ketika presiden yg bersih, hafal Quran dan dicintai rakyatnya sendirian dipasung. #Bersama_Mursi

Saat presiden yg masih ngontrak rumahnya. Suka keliling sholat Shubuh berjama'ah, ditangkap, dipenjara tanpa pendampingan hukum.  #Bersama_Mursi

Apakah penindasan ini akan berakhir? Pengusaha, Penguasa hingga "Ulama" batil/ as Suu' bareng2 pelihara kezaliman. #Bersama_Mursi

Ketika ba'da Jum'at seorang Presiden teriak tegas saat agresi zionis : "Gaza tidak seorang diri!". #Bersama_Mursi

Satu2 nya Presiden yg fotonya terpampang di Masjid Al Aqsha dan selalu di hati pejuang Al Quds! #Bersama_Mursi

Siapakah yang akan menghentikan kezaliman ini? Siapa yang akan mengakhiri penindasan ini? #Bersama_Mursi




Unknown

Sudahkah bersosial media untuk Kebaikan??



Jika A memberi tahu jalan ke masjid pada seseorang, lalu org tsb sholat & berinfak, akankah A "kecipratan" pahala sholat & infak org tsb?

Jika B menanam pohon di pinggir jalan, lalu ada orang yang berteduh di bawah pohon tsb, akankah B mendapatkan keberkahan tersendiri?

"Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan, itu adalah sedekah bagimu." (HR. Bukhari)

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. 99:7)

"Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya" (HR. Bukhari)

Tiga dalil tersebut sepantasnya cukup menjadi pedoman bagi kita, untuk senantiasa berusaha berbuat baik. 

Sekecil dan sesederhana apapun. 
Karena sungguh, "kecil" atau "sederhana" bagi kita, bisa jadi justru BESAR dan MEWAH di hadapan-Nya. :)


Jangan2, krn kita pernah me-RT cara membantu korban bencana, sebagian kawan kita membantu & kita pun mendapat "jatah" pahala dari-Nya.. :)

Jangan2, akibat "like" & "share" kita di Facebook, teman lama kita teringat/terdorong untuk menyalurkan zakat, infak, atau bahkan wakaf.. :)

Jangan2, komen/mention positif yg pernah kita tulis, berhasil menyemangati & menginspirasi seseorang utk lebih banyak lagi berbuat baik.. :)

Jangan2, berbagai rezeki tak diduga-duga yang kita terima, merupakan hasil tuaian dari hal-hal kecil yang kita tanam tanpa kita sadari.. :)

Sungguh begitu banyak kebaikan-kebaikan "kecil nan sederhana" yang bisa kita lakukan, termasuk di media sosial..

Meski di sisi lain, keburukan "kecil" bisa berdampak besar apabila diumbar atau tersebar di media sosial..


Pilihan ada di tangan kita masing-masing, akankah kita menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan? Atau sebaliknya? :)


Unknown

Caper mah ke Allah aja...



Pernah nggak ketemu sama orang yang sukanya caper? hehe.. | ya tingkah lakunya memang gitu, rada-rada aneh dan kadang lebay.

Orang caper itu demennya mention-mention biar di-mention balik, komen-komen biar dikomen balik | kadang-kadang ngemis, folbek kaka! :D

Orang yang caper juga nggak gampang nyerah, tangguh, apapun dia buat | nggak pagi, siang, sore, malem, tengah malem, dia caper

Orang caper paling sakit hatinya kalo dicuekin, kalo nggak dianggep | "aku tuh gabisa digini-iiiiin" gitu kira-kira jeritan hatinya XD

Nah, kalo manusia, sama orang caper gitu sering merasa risih | tapi beda dengan Allah, Allah seneng sama yang caper ke Dia

Maka liat aja orang yang capernya ke Allah, tinggah lakunya rada aneh | orang tidur dia bangun, orang gibah dia dzikir, capeer...

orang yang sibuk caper ke Allah, berhenti caper ke manusia | soalnya doi sudah cinta mati ke Allah, nggak bisa berpaling haha..

dia demen mention-mention Allah biar Allah inget, komen-komen tentang Allah | tapi ya nggak lebay minta di folbek Allah hehehe.. :D

dia banyak nulis tentang Allah, dia banyak baca tentang Allah | yaa sewajarnya orang yang lagi caper lah.. cuma ke Allah bukan manusia

dia takut dicuekin Allah, maka dia terus buat sesuatu agar Allah perhatian | semua yang disukai Allah, dia buat yang terbaik, asik

Kadang dia juga lebay, kayak nggak perlu yang lain selain Allah | tapi memang gitulah, orang yang caper ke Allah, semuanya Allah

Nah, caper ke Allah ini balesannya tunai di dunia juga DP di akhirat, nggak bakal kecewa | caper ke manusia mah capek, nggak asik

yuk ah, berhenti caper ama manusia, manusia juga risih ama yang caper | caper ke Allah aja, karena Allah pasti bales perhatian


Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.. | yang lain boleh lewat, Allah jangan :)

^_^


Unknown
Saturday, May 16, 2015

Apa Kiranya Perasaan... ??



By: Ust. Salim A. Fillah

Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabi ﷺ bersabda, “Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku”?


Apa kiranya perasaan ‘Umar, saat dia berpamit ‘umrah & Nabi ﷺ bersabda padanya, “Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang”?


Apa kiranya perasaan ‘Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabi ﷺ bersabda, “Tiada bahayakan ‘Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini”?


Apa kiranya perasaan ‘Ali kala Nabi ﷺ bersabda, “Hanyasanya kedudukanmu disisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku”?


Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah”?


Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlah ﷺ bersabda, “Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al ‘Awwam”?


Apa kiranya perasaan Abu ‘Ubaidah saat Nabi ﷺ bersabda, “Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu ‘Ubaidah”?


Apa kiranya perasaan ‘Abdurrahman ibn ‘Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabi ﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, “Jangan cela sahabatku.... Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya.”


Apa kiranya perasaan Sa’d ibn Abi Waqqash saat Nabi ﷺ bersabda, “Panahlah duhai Sa’d, panahlah! Ayah & bundaku sebagai tebusan bagimu”?


Apa kiranya perasaan Mu’adz ibn Jabal, disaat RasuluLlah ﷺ bersabda padanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu”?


Apa kiranya perasaan Ibn ‘Abbas, saat Nabi ﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, “Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya”?


Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka’b, saat Nabi ﷺ berkata padanya, “Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu” ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, “Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?” & Nabi ﷺ menjawab, “Benar!”?


Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy’ari, disaat Nabi ﷺ bersabda,“Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu”?


Apa kiranya perasaan ‘Aisyah, saat Nabi ﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya ‘Amr siapakah yang paling dicintai?


Apa kiranya perasaan Ibn Mas’ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabi ﷺ bersabda, “Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud”?


Apa kiranya perasaan ‘Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabi ﷺ berkata, “Engkau termasuk di antara mereka”?


Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabi ﷺ bersabda, “Ceritakan padaku hai Bilal, ‘amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam.. sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?”, lalu dia menjawab tersipu, “Menjaga wudhu’ & dua raka’at syukur atas wudhu"?


Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabi ﷺ bersabda, “Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak cucu kaum Anshar”?


Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabi ﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?


Yang lebih penting dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabi ﷺ & para sahabatnya?


Adakah Nabi ﷺ kan bersabda, “Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu”? “Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?” Ini kami Ya Rasulallah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu & beroleh syafaa’atmu?


Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammad ﷺ sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka


Ya, jadikan kami bersama mereka

Ya Nabi salam 'alaika...
Ya Rasul salam 'alaika...
Ya Habib salam 'alaika...
Shalawatullah 'alaika...
Unknown
Friday, May 15, 2015

Nasehat al Ghazali Tentang Umur dan Waktu


Simak untaian hikmah dari Mas SyaifulAnshor: Nasehat al Ghazali Tentang Umur dan Waktu.

Dalam banyak riwayat hadits disebutkan usia umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam tidak lama.Berkisar sekitar 60-70 tahun.

Itu pun sudah tua: rambut mulai memutih, gigi mulai habis, pendengaran perlahan berkurang, dan tenaga mulai melemah.

Berbeda dengan usia umat Nabi sebelumnya yang panjang. Karena sedikitnya tempo usia umat Nabi Muhammad itu, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memuliakan diri dengan ilmu dan ibadah.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi Wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Karenanya jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu akan terbuang sia-sia.

Dan, waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Dia akan pergi selamanya dengan segala kenangannya.

baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan. Manusia harus memanfaatkan waktu.

Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik yang akan jadi mulia.

Kalau mau jujur, sebenarnya kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat daripada yang bermanfaat.

Kita lebih banyak bermain daripada belajar.
Kita lebih banyak bersendagurau daripada berfikir.
Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk duniawi daripada ukhrowi.
Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat dosa ketimbang memupuk pahala.

Nauzubillah. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kealpaan kita. Aamiin.

Ada nasihat penting yang disampaikan Imam Al Ghazali terkait waktu.

Kita kebanyakan menghabiskan waktu hanya untuk tidur ketimbang untuk hal-hal yang bermanfaat dan ibadah.

Coba bayangkan, jika rata2 usia umat manusia di jaman Nabi Muhammad ini sekitar 60 tahun & waktu yg digunakan untuk tidur sekitar 8 jam/hari

Seperti diketahui, kebanyakan orang—terutama di Indonesia—tidur mulai pada pukul 20.00 malam dan bangun sekitar pukul 05.00 pagi.

Iya kalau bangun tidur jam 05.00 pagi. Pasalnya, tidak sedikit di antara kita yang masih suka bangun tidur di atas jam 05.00 hingga ada yang telat dan tertinggal shalat shubuh. Nauzubillah!

Nah, kalau misalnya, rata-rata tidur 8 jam sehari itu dikali dengan masa usia rata-rata manusia yang mencapai 60 tahun,

maka setidaknya kita menghabiskan masa 20 tahun untuk hanya tidur. Saya ulangi lagi: kita menghabiskan waktu 20 tahun hanya untuk tidur!

Sekarang, kita hitung lagi berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk ibadah.

Jika 20 tahun kita manfaatkan untuk tidur, maka sisa 40 tahun. Coba bayangkan brp waktu utk ibadah, berapa lama utk menuntut ilmu,dan berapa tahun waktu yang dihabiskan untuk main-main dan mencari kehidupan duniawi!

Tentu jawabnya berbeda-beda. Tergantung pribadi masing-masing. Sebab, biasanya, manusia punya jadwal hidup (life schedule) masing-masing.

Bisa dibayangkan jika perhari kita habiskan berapa lama hanya untuk bermain atau sekedar bersendau gurau.

Berapa lama waktu dihabiskan untuk membaca al-Quran, berzikir, dan belajar.
Padahal, waktu itu terus berjalan dan tidak akan kembali.

Waktu juga ibarat pedang tajam yang apabila tidak digunakan untuk memotong sesuatu dengan baik, maka pedang waktu tersebut akan memotong kita bahkan memutilasi kita perlahan-lahan.

Karenanya, yang membedakan kualitas kemuliaan seseorang adalah dari pemanfaatan waktu.

Kalau waktunya habis dengan kerja-kerja intelektual, spiritual, dan kebermanfaatan kolektif maka dia akan menjadi pribadi yang mulia.

Karenannya, seseorang akan jadi mulia dengan menghabiskan waktu-waktunya untuk belajar dan senantiasa berzikir pada Allah.

Seseorang juga akan jadi mulia dan terhormat bila menghabiskan malam-malam yang gelap gulita itu dengan belajar, dan shalat tahajud.

Seperti kata pepatah Arab di atas: “Man tholabal ‘ula sahiral layali”
(Barangsiapa yang menginginkan kemuliaan maka seringlah bergadang pada malam hari).

Bergadang di situ tentunya bukan untuk sesuatu yang semu dan tidak manfaat. Seperti main, menonton film sepanjang malam, melihat pertandingan bola, dan hang out hingga larut malam.

Tapi, bergadang di situ adalah dengan melakukan kerja-kerja spiritual dan intelektual: belajar dan beribadah.

Ada banyak kisah orang sukses yg memanfaatkan waktunya. Dan, hampir semua orang sukses adalah orang yg memanfaatkan waktunya dengan baik
Sebaliknya, orang gagal adalah orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Waktu-waktu yang dimanfaatkan orang beriman itu seharusnya seperti yang dilakukan para sahabat dan pejuang zaman Rasulullah.

Di mana pada siang hari mereka seperti singa di padang pasir yang berjuang tanpa lelah

sedangkan malam harinya dihabiskan dengan beribadah seperti rahib-rahib.
Orang besar dan sukses adalah mereka yang memanfaatkan waktunya dengan baik.

Dia tidak mau ada waktu—semenit saja—yang terbuang tanpa kebaikan dan kemanfaatan.

Imam Al-Ghazali menasihatkan agar setiap hari kita meluangkan waktu sesaat—misalnya selesai shalat Subuh untuk menetapkan syarat-syarat terhadap jiwa (musyârathah).

“Aku tidak mempunyai barang dagangan kecuali umur. Apabila ia habis, maka habislah modalku sehingga putuslah harapan untuk berniaga dan mencari keuntungan lagi. Allah telah memberiku tempo pada hari yang baru ini, memperpanjang usiaku dan memberi nikmat.”

Al Quran Surat al ‘Ashr 1-3: mengingatkan; “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati dalam supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”


Demikian sebuah nasehat dari Imam Al Ghazali | semoga bermanfaat



Unknown

Sumbangan Islam Bagi Indonesia dan Dunia


Kebanyakan orang membahas keunggulan peradaban dari keunggulan pencapaian sains.

Termasuk ketika bicara sumbangan Islam terhadap peradaban maka kita juga akan membicarakan sumbangan Islam atas sains.

Sehingga ketika bicara kegemilangan peradaban Islam kita mengajukan ibnu sina, alkharizmi, aljaziri dalam konteks peletak sains modern.

Pembahasan spt ini adalah frame sekuler, bahwa peradaban disebut unggul ketika sumbangan terhadap sains sangat besar.

Karena sains hanya sebagian kecil yang disumbangkan Islam pada dunia.

Karena Islam juga memberi sumbangan pada dunia soal penolakan terhadap takhayul.

Sumbangan Islam terbesar adalah penolakan penuhanan kepada yang bukan Tuhan. Saat dunia dulu dikuasai para penyembah bukan tuhan, Romawi Persia.

Ratusan tahun sebelum kedatangan Islam, seluruh dunia gelap. Romawi menyembah manusia, persia menyembah api.

Sumbangan Islam adalah memberikan model peradaban yang tidak sekuleristik. Dunia dan akhirat bisa jalan bareng.

Nabi muhammad saw adalah nabi sekaligus kepala negara, imam sholat sekaligus pemimpin perang, pemimpin spiritual sekaligus hakim yg adil.

Islam juga memberikan sumbangan tentang persamaan kelas, mantan budak dinikahkan dg bangsawan.

Islam memberikan sumbangan anti rasialisme, Bilal ra. sang budak hitam diberitakan masuk surga saat dirinya masih hidup.

Islam juga memberikan sumbangan persamaan di depan hukum, muslim yg bersalah bisa kalah oleh kafir yg benar di hadapan hukum.

Islam juga mengajari dunia arti toleransi, arti kebebasan berkeyakinan, kebebasan berpendapat.

Islam juga mengajari dunia arti persaudaraan, kasih sayang, keadilan.

Islam juga mengajari dunia arti kedamaian dan perdamaian, pun sekaligus mengajari dunia tentang perang, tujuan dan adabnya.

Peradaban Islam bukanlah peradaban yang Sekuleristik, bahwa unggul adalah unggul sains. Tapi keunggulan dari seluruh segi: materi dan non materi.

Sebelum Islam hadir, dunia memperlakukan perempuan bukan sebagai manusia, Islam hadir dg "ibumu, ibumu, ibumu"

Islam mengubah wajah peradaban dunia, perbudakan tuntas, perempuan dimuliakan, akal dijunjung, metode ilmiah dikukuhkan.

Hari ini msh ada yg rasialis, Islam menyejajarkan kepala bilal ra yang budak hitam, sama rendah dengan sahabat2 lainnya ketika sujud. 1400 th lalu.

Di Indonesia, Islam memberi sumbangan semangat persatuan, perlawanan atas penjajahan katolik portugis dan protestan belanda.

Di Indonesia, Islam memberi sumbangan memakaikan baju, sebelum Islam dtg perempuan di nusantara ini bertelanjang dada.

Jika nusantara bukan mayoritas Islam, maka niscaya tdk ada perlawanan terhadap penjajah, krn dalam Islam ada jihad.

Jika nusantara bukan mayoritas muslim, niscaya Indonesia akan seperti amerika dan indiannya atau australia dan aborigin. melayu habis.

Ini sumbangan besar Islam pada nusantara, yaitu eksistensi. Jika bukan mayoritas muslim, maka kejadiannya mirip aborigin dan indian, habis.

Islam gak punya ajaran bunuh dan usir setiap yg beda seperti yg dilakukan terhadap aborigin dan indian.

Karena Islam yg menjadi semangat perlawanan nusantara terhadap penjajah maka Indonesia bisa survive.

Kesalahan umat Islam adalah mereka yang berjuang tapi yang memimpin bukan Islam, jadilah Indonesia terpuruk terus.

Eksistensi dan kemampuan survive atas invasi penjajah katolik portugis dan protestan belanda adalah sumbangan besar Islam pada nusantara.

Andaikan islam tidak ditelikung, serahkan kepemimpinan pada yang berjuang, maka Indonesia sudah gilang gemilang.

Liberalisme sudah lebih dulu menghancurkan agama2 lain, tinggal Islam yg bertahan.





By: @hafidz_ary
Unknown
Monday, May 4, 2015

Kisah Cinta Putri Rasulullah dan Ali Bin Abi Thalib


Keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan.

Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.

Karena sesungguhnya dalam diam itulah tersimpan kekuatan, kekuatan akan sebuah harapan.

Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cinta dalam diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya??

Tak perlu risau, tak perlu mengejar-ngejar cinta seseorang, karena jika kau sudah meraih cinta Allah, maka Allah akan datangkan seseorang yang terbaik untukmu… ^_^


- BC Bang Jomi -
Unknown

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.